Kenapa Banyak Orang Yang Gagal ? Inilah Jawabannya

January 08, 2016

kegagalan

Orang yang gagal itu bukan berarti gagal selamanya atau tidak akan berhasil, kebanyakan orang yang gagal tidak sanggup mengerahkan segala kemampuannya pada jalur yang semestinya.
Karena semua itu terletak pada emosi dan fokus seseorang tersebut.

Beberapa faktor penyebab orang gagal adalah :

1. Fokus dan emosi

Fokus dan emosi seseorang itu bisa berubah, faktor yang dapat mengubah tersebut biasanya karena gaya hidup dan kekayaan materi yang kita dapat.

fokus


Contoh:

Seorang karyawan dengan gaji yang cukup untuk kehidupannya seperti makan minum tepat tinggal(kontrak rumah/kost/pribadi) dan kebutuhan pekerjaannya dengan cita-cita membangun usaha sendiri katakanlah semisal sebuah cafe/lesehan.

Akan tetapi karyawan tersebut ketika menerima gaji, dia lupa akan tujuannya, sehingga dia membeli barang yang diinginkan seperti motor terbaru/handphone terbaru/mobil terbaru atau apapun yang dia inginkan supaya dia tetap senang dan dianggap oleh sekelilingnya(saudara/teman) tidak ketinggalan jaman.
Secara tidak langsung inilah satu penyebab dari sekian banyak penyebab kegagalan yang tidak kita sadari yang bernama menunda. untuk membuat cafe/lesehan.
Dan sebenarnya menunda itu adalah langkah awal dari kegagalan.
Akibatnya karyawan tersebut mengalami tekanan(stress) karena cita-citanya tidak kunjung tercapai. sehingga dia mencari teman untuk curhat.

2. Mengeluh

Mengeluh adalah ungkapan atau kalimat kejengkelan yang keluar akibat tindakan orang lain/diri sendiri serta peristiwa yang berhubungan dengan diri sendiri.
Mengeluh pada jaman sekarang bisa jadi berubah dengan kata curhat. 
Mengeluh itu manusiawi, dan semua orang boleh mengeluh, akan tetapi berbeda dengan pengeluh.
Pengeluh adalah orang yang setiap diberi tugas selalu mengeluh.
Mengeluh tidak selalu buruk, bila keluhannya disampaikan kepada orang yang tepat, dalam waktu yang tepat dan cara yang tepat pula.
Mengeluh yang terus menerus tidak membuat keadaan menjadi lebih baik.
Mengeluh adalah menarik apa yang tidak anda inginkan.

Misalnya : 
"saya paling malas kalau ketemu dengan polisi" atau
"ini pasti saya yang dapat tugas tersebut, padahal saya tidak suka tugas itu"

dan tahukah anda, apa yang anda pikirkan itu yang lebih cepat datangnya kepada anda, jika anda tidak suka bertemu polisi, pikiran anda akan dipenuhi sesuatu yang berhubungan dengan polisi yang anda tidak sukai, padahal anda pikirkan atau tidak, polisi tetap polisi dan polisi tidak akan berubah menjadi yang lain, sehingga waktu anda terbuang karena memikirkan polisi.

Dan apabila anda di beri tugas yang tidak anda sukai pastilah anda mengeluh tentang tugas tersebut, ketika tugas tersebut diberikan kepada anda tentulah anda malas atau tidak dengan sepenuhnya mengerjakan tugas itu karena tugas itu tidak anda sukai.
Akhirnya mengeluh karena tugas tersebut yang diberikan kepada anda, sehingga tugas itu lebih lama selesainya. Tahukah anda, suka atau tidak jika tugas tersebut segera diselesaikan pastinya tugas tersebut akan selesai dengan cepat. Karena yang menghambat atau membuat tugas tersebut gagal adalah karena anda selalu mengeluh atas tugas itu dan tidak segera menyelesaikannya.

Jadi ubahlah keluhan menjadi tindakan yang nyata. Karena Sekecil apapun tindakan akan
mengubah suasana perasaan Anda. Dan, Pengeluh akan selalu mencari teman untuk diajak sama-sama mengeluh.
Sesungguhnya apabila pengeluh satu bertemu dengan pengeluh lainnya, yang dibicarakan hanyalah keluhan dan bukan penyelesaian. Karena mereka sama-sama mengeluh.

3. Pertanyaan yang salah

Pertanyaan diri yang salah akan menghasilkan solusi yang salah.
Bila Anda tertimpa masalah kemudian mengajukan pertanyaan,
Mengapa ini terjadi padaku?
Mengapa ekonomi tidak berubah menjadi lebih baik?
Mengapa kondisi disini tidak kondusif?
Mengapa saya selalu gagal?
Pertanyaan ini tidak merangsang untuk menemukan solusi. Pertanyaan ini lebih mengarah pada “pernyataan” tidak perlu dijawab, Karena jawabannya akan menyalahkan keadaan yang sudah berlalu.
Ubahlah pertanyaannya menjadi;
Bila ini telah terjadi, Apa yang harus saya lakukan?
Bila ekonomi memburuk, Langkah terbaik apa yang harus saya ambil?
Bila kondisi tidak kondusif, Tindakan apa yang harus saya ambil agar kondusif?
Bila saya selalu gagal, Apa yang harus saya lakukan agar berhasil?
Setelah merubah pertanyaan maka segeralah bertindak.

Sebagai contoh :

Bila pertanyaannya "Kenapa saya gagal test?"
maka jawabannya pastilah menyalahkan keadaan sebelumnya; "mungkin karena saya tidak belajar" atau "karena saya tidak menyuap si penilai untuk meluluskan".
itulah jawaban yang tidak akan pernah menemukan solusi yang baik.

Jadi ubahlah pertanyaan "Kenapa saya gagal test?" menjadi "langkah apa yang harus saya lakukan bila saya gagal dalam tes ini lagi?"
Setidaknya jawaban dari pertanyaan yang sudah dirubah adalah "langkah yang harus saya lakukan adalah, mencari informasi soal tes tersebut" atau "langkah saya harus belajar lagi untuk meningkatkan kemampuan saya"
Dan itu adalah jawaban yang baik karena terdapat sebuah solusi. Kemudian segeralah bertindak untuk langkah tersebut. Kalaupun gagal lagi setidaknya anda mempunyai modal pengalaman dari kegagalan dari langkah yang pernah dilakukan.
dan modal itu yang akan membantu anda untuk menghadapi langkah anda berikutnya.

Sebuah catatan:


Jawaban lahir dari sebuah pertanyaan.
Karena;
Pertanyaan akan mengarahkan pikiran.
Pertanyaan membutuhkan jawaban,
Pertanyaan akan merangsang berfikir,
Pertanyaan akan menuntun anda menjadi pendengar yang berkualitas,
Pertanyaan akan memberikan informasi yang bernilai,
Pertanyaan akan mengontrol emosi Anda.

Dalam buku The book of Question, gregory Stocck,Phd.
Dia menulis ada 200 pertanyaan yang akan mengarahkan dan merangsang pikiran untuk berpikir jernih. Misalnya;
"Apabila Anda tahu bahwa dalam tahun ini Anda akan mati, akankah anda mengubah kehidupan anda sekarang?"
“Berapa kali dalam sehari Anda melihat diri Anda di cermin?”
“Ketika anda berjalan di jalan sepi, kemudian Anda melihat dompet berisi uang tunai 5 juta rupiah tetapi tidak ada identitas nama atau alamat pada dompet tersebut. Apa yang akan anda lakukan? dan bila pada dompet tersebut terdapat identitas nama dan alamat, Apakah itu akan mengubah keputusan Anda? dan apa yang anda lakukan bila identitas tersebut adalah orang yang kaya? dan apa yang akan anda perbuat bila identitas itu adalah orang tua yang sudah lanjut usia?
Jawaban dan tindakan yang akan anda lakukan tergantung dari emosi anda sendiri, anda kembalikan atau anda ambil sendiri itu adalah keputusan yang akan membuat perubahan pada diri anda.

Keputusan tindakan anda saat ini adalah penentu keadaan anda berikutnya.

loading...

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »