Kenali Siapa Diri Kalian Yang Sesungguhnya

January 09, 2016

Siapa Saya Sesungguhnya?




“Kita adalah apa yang kita kerjakan”. Berapa benih perilaku yang telah kita kerjakan dalam kehidupan ini?, sejumlah itu pula yang akan kembali pada kita.
Apa yang akan kita KENANG ketika orang itu sudah tidak bersama kita lagi? Tentulah perilaku dan kata-katanya. Perilaku dan kata-kata yang baik akan selalu kita kenang dengan kuat sebagai refleksi energi positif, begitu juga perilaku dan kata-kata yang buruk juga akan tertancap pada ingatan kita. Bila hal buruk yang lebih banyak menancap pada benak kita, tentu saja “kebencian” yang akan muncul sebagai refleksinya.
DI DALAM KEGIATAN YANG TELAH KITA LAKUKAN, tentu saja kita telah berinteraksi dengan sesama lingkungan dalam sebuah proses pembelajaran. Masih ingatkah kita terhadap proses INTERAKSI tersebut? mari kita ingat berbagai perilaku yang telah muncul, baik lewat kata-kata, ekspresi, bahasa tubuh, bahkan perilaku.

Bila kita daftar tentu banyak sekali kata-kata yang terucap maupun yang tidak, antara lain:
Mau diapakan kita?
Apa apaan ini?
Tidur di lantai?
Kontribusinya dong?!
Waduh…waduh…
Saya lebih tahu!
Saya lebih bisa!
Kamu itu salah!
Apapun yang terjadi saya siap menghadapi!
Hei kamu, perhatikan saya!
Aduh, tidak mungkin ini bisa dikerjakan!
Jangan banyak instruksi!
Imposible!
Kita harus bisa!
Kau banyak omong!

Mungkin Anda bisa melanjutkan yang lainnya…

Apapun yang terucap atau hanya sebuah perilaku, akan dapat ditangkap oleh lingkungan sekitar kita. Ada kata - kata yang membangkitkan semangat dan ada pula kata - kata atau perilaku yang menurunkan semangat. Apabila kita menilai diri kita sendiri "Kita termasuk golongan yang berperilaku baik atau yang berperilaku buruk?"

Bila kita mendengar dan melihat perilaku baik, reaksi apa yang muncul dalam tubuh kita? dan apa yang terjadi dengan lingkungan kita?

Dalam sebuah proses interaksi dengan lingkungan, untuk dapat memahami diri kita dengan baik adalah dengan melakukan umpan balik. Kita meminta awal umpan balik kepada orang yang paling dekat dengan kita(orang tua, saudara, teman) barulah kita lanjutkan kepada orang lain, dengan catatan kita terima dengan lapang dada apapun reaksi atau ungkapan atau tangggapan dari orang lain.

Seringkali kita MENGANGGAP diri kita adalah orang yang; paling jujur, baik, ramah, sabar, suka menolong, positive thinking… namun dalam kenyataannya setelah kita berinteraksi dengan orang lain, penilaian mereka tidak seperti yang kita yakini. Kalau toh ada, mungkin kadarnya lebih sedikit. KESAMAAN antara apa yang kita nilai pada diri kita dan penilaian orang lain, itulah SIAPA kita sesungguhnya.



loading...

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »