Anak SD Dan Raksasa

January 10, 2016


Mungkin jika kita mendengar kata "anak SD", hal yang terpikirkan yaitu "kekanakan". Tapi,
berbeda dengan anak SD yang satu ini, sebut saja namanya Meli, yang masih sekolah di sekolah dasar di sebuah desa yang tidak jauh dari kota.




Tiap pagi dia berangkat sekolah dan pulang seperti halnya kebiasaan anak sekolah yang lainnya.
Suatu hari Meli pamit kepada orang tuanya bahwa ketika pulang sekolah nanti dia akan main kerumah kakeknya yang berada di desa sebelah. Setelah orang tua Meli senyetujuinya, berangkatlah Meli ke sekolah, setelah bel pulang sekolah berbunyi, Meli melanjutkan kegiatannya di rumah kakeknya dengan jalan kaki.

Yah, maklumlah jangankan sepeda, naik angkotpun Meli enggan, karena Meli lebih baik menabung uang sakunya dari pada naik angkot. Kecuali jika Meli benar - benar terpaksa untuk naik angkot.
Setelah sampai dirumah kakeknya, kakek yang hanya tinggal dengan anaknya(paman Meli), paman Meli yang bekerja di sebuah toko retail yang berangkat kerja d pagi hari dan pulang menjelang malam hari, Kemudian Meli diajak kakeknya ke sungai dekat rumahnya, mereka menikmati sekali dengan sejuknya udara, segarnya air sungai yang jernih.

Sampainya mereka lelah dan beranjak untuk istirahat, tidak jauh dari sungai tersebut, ladang yang dirawat kakek Meli, terdapat pohon Apel. Walau belum waktunya panen, akan tetapi kakek Meli telah menyimpan beberapa buah Apel yang sudah masak pohon di gubuk ladangnya.
Dan buah itu memang ditujukan untuk para cucunya yang main ke tempat kakeknya, sambil menikmati buah Apel, Kakek itu bercerita kepada Meli.

"Wahai cucuku didalam tubuh kakek ini sebenarnya sedang terjadi pertempuran yang sangat hebat" kata kakek. Meli bertanya "Pertempuran apa kek?". "Pertempuran dua raksasa jantan, raksasa yang sangat sombong, tamak, rakus, licik, egois, yang suka mengeluh, pemarah, pembohong, yang amat jahat, melawan raksasa yang menyenangkan, ramah, baik, patuh, santun, rendah hati, berempati, amanah, jujur, sederhana, damai" jawab kakek. Meli bertanya "Sejak kapan kek raksasa itu ada di dalam tubuh kakek?", kakekpun menjawab "Sejak kakek mengetahui mana yang baik dan mana yang buruk, dan suatu saat raksasa itu pasti akan ada di dalam tubuhmu wahai cucuku, karena setiap orang pasti akan tahu tentang raksasa ini dan setiap orang belum tentu sadar bahwa didalam tubuh mereka ada raksasa yang sedang bertarung"

Tidak lama kemudian suasana menjadi hening, karena Meli pun terdiam. dan dengan perasaan ingin tahu, Meli pun bertanya, "Lalu kek, raksasa mana yang akan menang kek?" dan dengan singkat kakekpun menjawab pertanyaan Meli.

"Raksasa yang kau pelihara."



Melipun terdiam lagi, disaat Meli terdiam si kakek pun membungkus beberapa buah apel untuk di bawa pulang oleh Meli, dengan harapan Meli beserta orang tuanya dapat menikmati buah apel tersebut.

Meli pun pamit pulang kepada kakek. Ketika perjalanan pulang hujan turun walau tidak begitu deras, Meli mencari tempat berteduh. dan di tempat Meli berteduh ada seorang ibu yang tua dan sebenarnya ibu itu seorang pengemis. Meli ingin memberi uang, akan tetapi meli ingin menabung untuk bisa membantu biaya sekolahnya. tak lama kemudian, ibu itu meminta kepada Meli . "Nak. bolehkah ibu minta sedikit buah apelnya? ibu lapar nak."

Bergegas Meli mengambil buah apelnya di tangan kanan dan di tangan kiri, dan Meli segera menggigit kedua buah apel yang berada di kedua tangannya tersebut, ibu itu pun terdiam, mungkin Meli tidak mau memberikan, dan dengan wajah beku ibu itu pun mulai duduk menjauh dari Meli.

Tak lama kemudian Meli menyodorkan tangannya yang terdapat sedikit beberapa buah apel, dan Meli berkata "Ini bu apel yang manis, saya sudah mencicipinya, yang lainnya masih belum begitu manis". Ibu itu tersenyum kepada Meli walau ibu itu menahan air matanya akan kebaikan Meli, akan tetapi air mata ibu itupun jatuh. Dan bertanya kepada ibu itu "Ibu menangis ya?" ibu itu menjawab "Saya tidak menangis nak, ini air hujan yang tadi ibu tidak sempat membersihkannya."
"Tapi mata ibu kok merah?" tanya Meli. "benarkah? mungkin mata ibu terkena air hujan nak" kata ibu, Tak lama kemudian ibu Meli terlihat dari kejauhan, ibu Meli yang khawatir dengan Meli sehingga beliau mau menjemput Meli dari rumah kakeknya. Dan akhirnya Meli di jemput ibunya d tempat Meli berteduh untuk pulang. Dan Ibu Meli memberikan sebungkus makanan yang akan diberikan Meli untuk makan dirumah kakeknya kepada ibu pengemis tadi.

Sekarang, apakah anda merasakan pertempuran raksasa dalam diri anda?
jawabannya ada dalam hati anda.

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »