Fakta Dibalik Suplemen Penurun Berat Badan

January 26, 2016

diet menurunkan berat badan

Banyak orang yang merasa tidak pede dengan tubuhnya, umumnya merasa tubuhnya lebih gemuk. Banyak cara yang dilakukan untuk menurunkan berat badannya, mulai dari diet mati-matian, olah raga sampe meggunakan cara-cara istan yang lain. Yang sedang marak saat ini, orang menurunkan berat badannya dengan mengonsumsi suplement tertentu yang dipercaya menurunkan berat badan (contohnya H********).  Tahukah kah kalian ada beberapa fakta yang cukup mencengangkan mengenai suplemenet penurun berat badan.

Produk suplement diet pertama diproduksi ada tahun 1959 di USA. Dasar pembuatan suplemen ini yakni saat itu banyak orang yang menginginkan memiliki tubuh kurus dalam waktu yang cepat. Saat itu banyak orang yang merasa tubuhnya yang gemuk dikarenakan teori yang diciptakan Dublin. Berdasarkan penelitian dilakukan Dublin memunculkan fakta bahwa orang yang mengalami obesitas memiliki resiko yang lebih besar untuk mengalami kematian di usia muda, selanjutnya dublin membuat grafik mengenai berapa berat badan ideal yang seharusnya dimiliki seseorang pada usianya. Namun grafik yang ditetapkan Dublin lebih rendah dari pada seharusnya, sehingga pada saat itu banyak orang yang seharusnya normal namun menurut grafik Dublin dinyatakan kelebihan berat badan. Semakin bertambah tahun industri suplemen penurun berat badab semakin berkembang pesat, karena semakin banyaknya konsumen. Pada saat itu pernah terjadi kematian akibat konsumsi suplemen tersebut dikarenakan kekurangan vitamin mineral yaang tidak terkandung dalam suplement. Cerdasnya, pihak industri menambahkan vitamin mineral pada produk suplemen selanjutnya sehingga orang-orang kembali mengonsumsi suplemen tersebut.

cara aman menurunkan berat badan


Faktanya seseorang yang mengonsumsi suplemen penurun berat badan, berat badannya memang akan segera turun namun saat berhenti mengomsumsi suplemen tanpa disadari berat badannya akan kembali naik dan justru dalam jumlah yang lebih banyak.  Dan siklusnya akan terus menerus seperti itu. Tanpa disadari saat memutuskan untuk menggunakan suplement penurun berat badan, maka anda juga memutuskan untuk terus mengonsumsinya dalam 60 tahun.

Pada dasarnya dalam penjalani program penurunan berat badannya kuncinya jangan terfokus pada menurunkan berat badannya tapi fokuslah pada bagaimaana menjadi sehat, bukan kurus tujuannya tapi bagaimana memiliki berat badan ideal.

Referensi :
Film Dokumenter The Men Who Made Us Thin-Part 1

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »