Tentang Serangga Yang Berbahaya Yang Pernah Terkenal

January 19, 2016

Hewan serangga ini pernah jadi terkenal di media sosial saat itu. Dan tak sedikit pula hasil karya dari hewan ini yang di posting di media sosial.



Sedikit info tentang serangga ini akan di bahas disini walau tidak banyak tentang pembahasan tentang serangga ini, akan tetapi setidaknya kita tahu tentang serangga ini dan berita yang tersebar di media sosial.

Serangga ini tersebar di beberapa negara seperti di Amerika Utara, Amerika Selatan, Australia Utara, dan Asia Timur. Dan tidak menutup kemungkinan ada di Indonesia.
Menurut info di wikipedia yang mendapat referensi dari :

P. J. Perez-Goodwyn (2006). "Taxonomic revision of the subfamily Lethocerinae Lauck & Menke (Heteroptera: Belostomatidae)". Stuttgarter Beiträge zur Naturkunde, Serie A (Biologie) 695: 1–71.
D. R. Lauck (1962). "A monograph of the genus Belostoma (Hemiptera), Part I. Introduction and B. Dentatum and Subspinosum groups". Bulletin of the Chicago Academy of Sciences 11 (3): 34–81.
D. R. Lauck (1963). "A monograph of the genus Belostoma (Hemiptera), Part II. B. Aurivillianum, Testaceopallidium, Dilatatum, and Discretum groups". Bulletin of the Chicago Academy of Sciences 11 (4): 82–101.
D. R. Lauck (1964). "A monograph of the genus Belostoma (Hemiptera, Part III. B. Triangulum, Bergi, Minor, Bifoveolatum, and Flumineum groups". Bulletin of the Chicago Academy of Sciences 11 (5): 102–154.
A. S. Menke (1960). "A taxonomic study of the genus Abedus Stål (Hemiptera, Belostomatidae)". University of California Publications in Entomology 16 (8): 393–440.
R. L. Smith (1974). "Life history of Abedus herberti in Central Arizona" (PDF). Psyche 81 (2): 272–283. doi:10.1155/1974/83959.
R. T. Schuh & J. A. Slater (1995). "True Bugs of the World (Hemiptera:Heteroptera): Classification and Natural History". Cornell University Press.

Serangga ini biasa di temukan di kolam dan sungai ai tawar. Ukuran panjang serangga ini mulai dari 0,75 Cm sampai 2 Cm, dan serangga ini masih dalam keluarga serangga Belostomatidae.
Makanan serangga ini antara lain siput, ikan kecil, dan bayi kodok(Ampibi), bayi kura-kura, dan bayi ular air. Seperti yang dijelaskan pada sebuah web mereka suka memakan bayi kura-kura bayi ular dan lain-lain.



Sebelum mereka memakan mangsanya, mereka menggigit mangsanya, dan gigitan itu sangat menyakitkan, jika mereka menggigit manusia, pada bagian manusia yang digigit itu akan terasa panas seperti terbakar, karena racun yang dimiliki serangga itu.



Walau mereka beracun, akan tetapi racun itu tidak mematikan bagi manusia, seperti halnya rasa sakit ketika digigit semut hitam. Jika ada manusia digigit serangga ini sebaiknya dibawa ke puskesmas atau rumah sakit terdekat agar racun ini segera diobati, walau belum ada korban di indonesia, alangkah baiknya kita mengetahui sedikit tentang serangga ini.
Dan berita yang tersebar di media sosial tentang hewan ini anda bisa melihat vidio serangga tersebut pada artikel ini.



Jika kita digigit, gigitan itu membuat sakit pada bagian yang digigit, serta rasa panas seperti terbakar, kemudian setelah melihat vidio tentang serangga tersebut.
Percaya atau tidak tentang kulit yang di akibatkan dari serangga itu, tergantung pribadi masing-masing.
Karena pada tubuh manusia terdapat beberapa sel antibodi dan sel lain seperti imunitas yang berguna untuk melindungi tubuh dan sel yang mengganti beberapa bagian tubuh yang rusak(kecuali kita sendiri yang merusaknya) seperti luka lecet, akan pulih dalam beberapa waktu. Luka bakar ringan juga akan pulih dalam beberapa waktu. Bahkan luka ter iris benda tajam pun akan kembali dalam beberapa waktu.
Jadi serangga ini tidak seseram yang dikabarkan.

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »