Bekerjalah Sesuai Gaji, Bukan Sesuai Hati

March 11, 2016
Mencintai pekerjaan memang salah satu langkah paling awal agar kita bisa terus bertahan dari para pesaing yang ingin menggeser posisi kita. Hal ini tentu akan lebih mudah jika kita bekerja pada bidang yang sesuai dengan keahlian atau bahkan justru merupakan hobi kita. Tapi jangan sampai kalian menyalahgunakan kecintaan kalian terhadap pekerjaan tersebut secara berlebihan. Mengapa? Perhatikan ini! 




Kamu Bekerja sesuai Gaji
Tidakkah kalian ingat berapa nominal yang di sebutkan oleh pimpinan perusahaan kalian pada saat tanda tangan kontrak kerja? Mereka membayarmu hanya untuk bekerja selama 8 jam/hari, tidak lebih. Jadi untuk apa kamu harus sangat loyal dengan overtime menyelesaikan tugas kantor sedangkan lemburmu tadi tidak di hargai.

Porsi kerjamu untuk satu jabatan saja, jangan menambah beban diri sendiri
Jika dari atasan tidak ada reward, tunjangan keahlian atau yang lainnya, untuk apa kamu mempersulit tugasmu dengan membebani diri mengerjakan semua pekerjaan yang bukan porsimu. Hal ini hanya akan menguntungkan perusahaan saja. Siapa yang tidak senang ketika pekerjaan terselesaikan sedangkan dia tidak harus mengeluarkan biaya lebih. Ini tentu sangat menekan biaya operasional pengeluaran perusahaan.

Bekerjalah secara professional bukan untuk bayar hutang budi
Kalau memang kantor tempatmu bekerja sangat royal terhadap karyawannya, itu memang sudah kewajiban mereka. Untuk sekedar memberikan kesejahteraan seperti bonus akhir tahun, tunjangan hari raya, tunjangan kesehatan, liburan bersama keluarga besar perusahaan. Itu semua sudah tanggung jawab mereka, jangan malah merasa mereka sangat baik terhadapmu dan kamu beranggapan kamu punya hutang budi. Dengan demikian kamu melebihkan jam kerjamu untuk terus bekerja dan memberikan totalitas penuh untuk perusahaan. Bukan hal yang salah sih, tapi sekali dua kali saja cukup, tidak keterusan.

Kapan kamu menikmati hidup?



24 jam waktu yang kamu punya dalam sehari, apakah semuanya harus kamu habiskan untuk bekerja demi loyalitasmu untuk perusahaan? Atau demi mengejar gelar karyawan teladan? Hidup ini terlalu singkat guys jika hanya kalian habiskan untuk bekerja saja. Ada banyak hal lain yang bisa kalian lakukan. Lagipula untuk apa uang yang kalian kumpulkan selama ini jika kalian tidak bisa menikmatinya karena terlalu sibuk bekerja. Dari pagi hingga malam, lembur menyelesaikan semua tugas kantor bahkan sampai lupa makan. Ujung-ujungnya uang tabungan kalian justru kalian berikan pada dokter karena sakit yang kamu derita dari telat makan tadi. (Pengalaman pribadi ini, hhehe) So, mulai sekarang nikmatin hidup kalian! Refreshing itu perlu.

Jangan sangat menguntungkan perusahaan dengan sifat rajinmu
Dalam bekerja pasti ada saja yang terjadi, entah teman kita cuti menikah, atau mungkin harus tidak masuk karena sakit. Niat awalmu untuk mem-back up pekerjaan temanmu tadi memang baik dan tidak salah. Tapi dari sudut pandang pimpinan, ini akan sangat menguntungkan. Karena apa? Perusahaan tidak perlu repot-repot mencari staf pengganti sementara jika kamu bisa menghandle nya. Lagi-lagi cost yang di keluarkan perusahaan sedikit, sedangkan kamu tidak mendapat apa-apa.

Pekerjaan itu tidak akan pernah selesai
Batasi dirimu, atur waktumu. Jika kamu hanya menuruti setiap pekerjaan yang kamu lakukan, namanya pekerjaan memang tidak akan pernah selesai. Jadi kapan kamu punya waktu untuk keluargamu, untuk temanmu, untuk pasanganmu, atau mungkin untuk dirimu sendiri? Coba kamu pikirkan, apakah selama ini loyalitas yang kamu berikan setimpal dengan bonus yang di berikan perusahaan tempatmu bekerja?

Ada banyak bagian dari hidup selain bekerja
Jangan lupakan bahwa bekerja hanyalah salah satu bagian saja dari kehidupan kita. Masih ada aktivitas lain yang perlu juga kita lakukan. Ada keluarga yang menunggu kepulanganmu. Ada temanmu yang menunggu untuk sekedar hang out, makan-makan atau mungkin mengunjungi tempat wisata saat akhir pekan. Ada pasanganmu juga yang menunggu kehadiranmu untuk pergi berkencan. Mungkinkah kamu melupakan mereka semua hanya demi pekerjaanmu?


Kita memang di tuntut untuk memberikan yang terbaik bagi perusahaan. Namun jangan sampai melupakan hal-hal kecil di sekeliling kita. Bekerja secara total bukan berarti memberikan waktu sepenuhnya hanya untuk bekerja. Semua itu sudah ada porsinya.

Think again! And be smart employee!

loading...

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »