Happy Anniversary Untukmu, Mantan

March 26, 2016


Hai kamu, seseorang yang pernah mengisi hariku (dulu). Apa kabar? Sudah sangat bahagiakah kamu? Sepertinya iya. Kamu tak perlu lagi menjawabnya, karena aku tahu itu. Sederet status di timelinemu sudah cukup membuktikan bahwa dia yang baru lebih bisa membuatmu bahagia.

Jangan terlalu cepat berbesar kepala tentang aku yang masih saja tahu semua aktivitasmu. Semua itu bukan karena alasan aku yang belum bisa move on. Aku telah menerima kenyataan jika kau lebih memilih dia. Aku hanya berusaha untuk tidak menghapus semua hubungan tentang kita. Apa itu salah? Aku masih menyisakan hubungan pertemanan ini. Untuk itulah aku tak pernah ada niat memblokir dirimu dari semua sosmedku.

“Kepo banget jadi orang!”


Terserah kamu saja jika kamu menganggapku kepo. Meski sebenarnya, diri ini sudah tak lagi perduli dengan urusanmu. Apa yang kamu tulis atau yang kekasihmu tulis itu tak sengaja aku baca. Ketika aku ingin mengetahui apa yang sedang dunia perdebatkan, kicauan-kicauanmu tanpa sengaja ikut muncul menghiasi lini masaku. Sungguh, hanya itu.

Saat ini aku hanya ingin mengucapkan “Happy Anniversary” untuk kalian berdua. Kemarin, tepat tiga tahun sudah cinta kalian bersemi. 



Kamu tak perlu tercengang mengapa aku bisa tahu. Kamu yang pernah sangat lama mengenalku pasti mengerti kan tentang kebiasaanku mengingat setiap tanggal bersejarah.


Baca juga : Inilah Jawaban Yang Benar Tentang Cinta

Tapi entah kenapa aku ingin menangis ketika menulis ini. Melihat bait puisi yang kau tujukan padanya dan juga setumpuk hadiah bersama kejutan yang kau persiapkan dengan sangat matang. Mungkin karena aku iri padanya, pada wanitamu sekarang. Apa yang tidak ku punya dari dia hingga kita berbeda? Mengapa kisah yang pernah kau coba rangkai bersamaku tak bisa bertahan selama itu? Aku tak seberuntung dia.


Hai kamu, seseorang yang telah menjadi mantan. Apakah kamu benar-benar tidak ingin menatapku sekarang? Tidak adakah sedikit saja rasa  rindu dalam pikiranmu? Sebenciku itukah sampai kau tak lagi ingin sekedar bertukar kabar denganku?

Aku pernah ada dalam gedung perkuliahanmu untuk satu alasan. Kamu tahu? Betapa besarnya harapku untuk bisa bertemu lagi denganmu setelah hampir empat tahun lamanya perpisahan kita. Walau itu hanya dengan memandangmu dari jauh. Namun sepertinya itu sangat mustahil.

Melihat senyum sumringah yang kau posting sudah sangat jelas menggambarkan bahwa kau tak lagi ingin di ganggu. Tapi ini juga di luar kendaliku ketika tiba-tiba saja aku merindukanmu. Aku tahu ini salah. Aku pun telah bersama dengan pria lain sekarang, bagaimana mungkin aku akan menyakitinya karena masih sibuk membagi pikiranku untuk masa lalu yang harusnya di lupakan.

Jika bahagia adalah dengan merelakan melihatmu bersamanya, aku rela. Aku hanya sedikit bermimpi bisa bertemu denganmu untuk satu waktu. Entah itu secara tidak sengaja di jalan atau di manapun. Bahkan tidak menutup kemungkinan kita bertemu saat pernikahanmu nanti. Ku dengar kau tengah mengerjakan skripsi sekarang, mungkin saja kau akan menikah setelah kelulusanmu.

Ahh. Sepertinya aku semakin jauh menghayalkan hal yang bukan-bukan. Membalas pesanku saja engkau enggan, apalagi bertemu denganku untuk momen spesialmu itu. Tapi jangan lupakan satu hal, aku masih berdiri di tempat yang sama jika kau berubah pikiran dan ingin bertemu denganku.

Sudahlah. Sudah cukup aku menulis tentangmu. Tak perlu lagi aku membandingkan hubungan kita dulu dengannya sekarang. Bukankah tak ada lagi yang perlu di sesali?

Saat ini, hal yang kuanggap benar mungkin hanya dengan mendoakanmu, semoga bahagia selalu menyelimuti kehidupanmu.

dari wanita yang pernah kau panggil Oca

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »