Wahai Kawan, Gara-Gara MLM Kamu Telah Berubah

March 05, 2016

sahabat

Di masa sekolah kita adalah dua sejoli yang seakan tak bisa dipisahkan, namun setelah lulus kita terlalu sibuk dengan urusan masing-masing. Hingga tak terasa sudah berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun kita tak pernah bertemu lagi. Betapa senangnya ketika kamu menghubungiku untuk bertemu, aku berfikir keseruan yang pernah kita lakukan semasa muda mungkin akan kita lakukan lagi. Namun apa yang terjadi justru di luar dugaanku.

Kamu bilang kangen, ingin reuni, tapi setelah bertemu kamu malah presentasi

Kamu bilang kangen, ingin reuni, tapi setelah bertemu kamu malah presentasi

Aku telah mempersiapkan cerita yang hendak kubagi denganmu aku ingin mengenang kegilaan yang pernah kita lakukan dan mengabarkanmu kabar terkini dan juga hal-hal yang telah ku lalui tanpa dirimu. Namun kenyataannya kamu lebih dulu siap dengan file power point berisi skema yang tak kuketahui apa maksudnya dan juga beberapa brosur yang terdapat nama dan nomor teleponmu di dialamnya.

Kamu lebih percaya orang yang menyebut dirinya Leader dan baru kamu kenal, dibanding aku temanmu sejak SMA

Kamu lebih percaya orang yang menyebut dirinya Leader dan baru kamu kenal, dibanding aku temanmu sejak SMA

Pertemuan itu kamu buka dengan menunjukkan skema MLM alias pernjualan berjenjang, memang tidak ada yang salah dengan itu. Namun ini merupakan hal yang baru bagiku, tentu wajar jika aku meragukannya apalagi jika banyak hal yang mengganjal.

Namun kamu justru lebih ngotot dengan menceritakan keberhasilan orang yang kamu sebut Leader, upline yang kamu sebut baru saja membeli kapal pesiar dan sarapan di menara eifel minggu lalu. Padahal kamu baru saja mengenalnya satu atau dua bulan. Sedangkan aku sahabatmu sejak SMA, orang yang kamu ajak berbagi segala hal selama bertahun-tahun. Apakah kamu tidak mau mendengarkan pendapatku ?

Kamu cuma fokus untuk merekrut dan dapat untung

Kamu cuma fokus untuk merekrut dan dapat untung

Kisah-kisah yang kuceritakan seakan tak kau hiraukan, kisah keseruan dan kegilaan kita yang kuceritakan seperti ingin kamu akhiri tanpa perlu diungkit-ungkit lagi. Kamu begitu fokusnya merekrut, mengajakku untuk bergabung. Ceritamu berputar-putar tentang kapal pesiar, mobil mewah, cari downline, naik level dan dapat untung apa saja dengan bergabung denganmu. Lalu dimanakah persahabatan kita yang penuh keseruan dan kegilaan dulu ? apakah kalah dengan cerita sukses leadermu itu ?

Ketika aku ragu untuk bergabung, kamu menuduhku tak mau maju

Ketika aku ragu untuk bergabung, kamu menuduhku tak mau maju


Aku masih ragu untuk bergabung denganmu, aku mengatakan akan memikirkanya lagi di rumah. Namun kamu justru mendesakku, kamu menuduhku individu yang tak mau maju, orang yang berfikiran sempit, kesempatan harus dijemput, begitu katamu. Dengan mentalku sekarang aku tak akan bisa jadi orang kaya, aku tak akan bisa menyiapkan masa depan, itulah kata-kata yang keluar darimu, kawan seperjuangan yang dulu kita saling mendukung satu sama lain.

Kamu bilang mentraktirku di hotel bintang 5, setelah datang ke hotel malah disuruh ikut presentasi

Kamu bilang mentraktirku di hotel bintang 5, setelah datang ke hotel malah disuruh ikut presentasi

Seminggu kemudian kamu mengajakku untuk bertemu lagi, kali ini kamu bilang akan mentraktirku makan di hotel mewah. aku sangat senang kamu mau menghabiskan waktu dengan kawan lamamu ini bahkan kamu dengan baik hati mau mentraktirku di hotel mewah.

Setelah sampai di sana aku sampai bingung, suasana sangat ramai dan terlihat pula banyak orang yang bingung sepertiku. aku duduk semeja dengan orang-orang yang juga sama bingungnya denganku. Ternyata kamu membawaku ke presentasi MLM mu itu, kamu bahkan menghilang dengan kawan barumu dan meninggalkanku sendiri mendengarkan presentasi dari orang yang kamu sebut leader.

Katanya keuntunganmu bisa membeli kapar pesiar, mobil mewah, rumah mewah tapi kamu pulang naik motor bebek bensinya pun patungan denganku

Katanya keuntunganmu bisa membeli kapar pesiar, mobil mewah, rumah mewah tapi kamu pulang naik motor bebek bensinya pun patungan denganku

Sungguh presentasi yang luar biasa, kawan-kawanmu sungguh orang yang berhasil. apalagi yang kamu sebut sebagai leader dengan beberapa pangkat yang tak pernah kutemui sebelumnya menempel di pundak dan dadanya. Kegagahannya bertambah dengan mobil baru, rumah mewah, kapal pesiar yang baru saja dibeli bahkan pesawat jet ia miliki. Itu semua dari bisnis MLM, aku sangat terpana.

Namun kekagumanku hilang ketika acara selesai. sebagian besar pulang mengendarai motor bebek, leadermu itu malah berdiri dengan gagahnya di pinggir jalan sambil sibuk men stop angkutan umum yang lewat. tak ada kendaraan yang mentereng. kamu ? lebih memilih mengendarai motor yang sama yang pernah kita gunakan untuk pergi ke sekolah dulu. Bahkan sekarang bensin pun kamu minta patungan denganku.

Aku rindu celotehmu di sosial media, sekarang hanya ada produk MLM di timelinemu

Aku rindu celotehmu di sosial media, sekarang hanya ada produk MLM di timelinemu

Dan pada akhirnya aku memutuskan untuk tak ikut MLM, kamu tak lagi mengajakku bertemu, seperti kemarin aku hanya bisa menikmati sisa persahabatan kita dari unggahan di sosial mediamu. Tapi celotehanmu yang dulu selalu muncul dan membuatku tersenyum kini isinya cuma MLM dan produkmu. Wahai kawan, gara-gara MLM kamu telah berubah.!

sumber http://www.kaskus.co.id/thread/56cecc9914088de71b8b456e/aku-sayang-kamu-tapi-ikut-mlm-telah-mengubahmu/

Share this

Kumpulan artikel yang jauh dari unsur diskriminasi, pornografi, isu sara, politik dan berita-berita sensitif lainnya

Related Posts

Previous
Next Post »